YAPERSI – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem laut, upaya untuk mengembangkan budidaya yang berkelanjutan menjadi semakin relevan. Salah satu inisiatif yang mencuri perhatian adalah Pelatihan Sustainable Fisheries tentang Budidaya Kepiting Bakau. Pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika, Tbk dan Cahyadi (Ketua Yayasan Pemuda Konservasi Mangrove) ini memiliki dua tahapan utama, yakni pelatihan Training of Trainer (TOT) di Surabaya pada 7-9 Januari 2023 dan pelatihan bersama kelompok nelayan kepiting bakau di Desa Golo Sepang pada 9 Juni 2023.

Membangun Ahli dengan Pelatihan TOT
Kepiting bakau, sebagai bagian penting dari ekosistem mangrove, mendapat perhatian khusus dalam pelatihan ini. Pak Toni, seorang ahli dalam bidang budidaya kepiting bakau selama lebih dari 10 tahun, menjadi pemimpin pelatihan. Dalam sesi teori pelatihan, peserta TOT diperkenalkan pada berbagai aspek kepiting bakau, termasuk morfologi, reproduksi, habitat, dan praktik budidaya yang berkelanjutan.
Namun, yang membedakan pelatihan ini adalah penekanan pada praktik nyata. Materi praktik mencakup manajemen air yang optimal, perawatan bibit kepiting sebelum dan setelah ditempatkan di apartemen, serta sistem pemberian pakan yang efisien dan berkelanjutan. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta TOT dapat menjadi instruktur kompeten yang dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada nelayan kepiting bakau lainnya.
Kolaborasi dalam Pelatihan Bersama Nelayan
Pelatihan bersama kelompok nelayan kepiting bakau di Desa Golo Sepang memiliki makna yang lebih luas. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Manggarai Barat. Dengan jumlah peserta mencapai 15 orang, pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan praktik budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan kepada kelompok nelayan setempat.
Materi pelatihan disajikan oleh Pak Ahmad Burhan, seorang ketua kelompok yang telah mengikuti pelatihan TOT sebelumnya. Melalui pengalaman langsung, peserta pelatihan diperkenalkan pada langkah-langkah praktis yang perlu diambil untuk memulai dan menjalankan budidaya kepiting bakau. Ini termasuk aspek-aspek seperti pengelolaan air, pemeliharaan bibit kepiting sebelum dan setelah penempatan di apartemen, serta metode penyediaan pakan yang baik dan efisien.

Membangun Sarana untuk Peningkatan Ekonomi dan Edukasi
Selain pelatihan, kegiatan pembangunan apartemen kepiting juga dijalankan di Desa Golo Sepang. Apartemen ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan ekonomi dan edukasi bagi masyarakat setempat yang ingin terlibat dalam budidaya kepiting bakau yang modern.
Pak Ahmad Burhan, sebagai ketua kelompok yang terlibat dalam pelatihan TOT memimpin proyek pembangunan apartemen kepiting ini. Apartemen kepiting menjadi sarana penting untuk mengajarkan praktik budidaya yang berkelanjutan kepada para nelayan. Dengan adanya apartemen ini, diharapkan masyarakat dapat belajar secara langsung tentang cara terbaik untuk memelihara dan mengembangkan populasi kepiting bakau.

Mengakhiri Dampak Positif
Pelatihan Sustainable Fisheries tentang Budidaya Kepiting Bakau merupakan langkah konkret menuju pelestarian ekosistem mangrove dan penguatan ekonomi lokal. Melalui pembangunan apartemen kepiting, masyarakat diberi kesempatan untuk mengadopsi praktik berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan mereka secara ekonomi, tetapi juga mampu memelihara kelestarian lingkungan.
Pelatihan TOT dan pelatihan bersama kelompok nelayan membentuk alur yang solid untuk penyebaran pengetahuan tentang budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan. Diharapkan bahwa keberlanjutan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian ekosistem laut akan terus ditingkatkan melalui upaya semacam ini. Kolaborasi antara ahli, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci menuju masa depan yang lebih cerah bagi lingkungan pesisir dan nelayan yang bergantung padanya.
Theme Created By : KaliyanMedia




