YAPERSI – Muara Gembong, sebuah wilayah pesisir yang terletak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memiliki potensi yang besar dalam pengembangan batik Mangrove . Untuk menggali potensi ini, Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia (YAPERSI) bekerja sama dengan PT Bridgestone Tire Indonesia telah melaksanakan program pelatihan dan inovasi batik Mangrove di Muara Gembong.
Inovasi Batik Mangrove
Yapersi mengembangkan batik mangrove bersama PT Bridgestone Mengembangkan inovasi pembuatan canting cap batik berbahan dasar limbah kertas. Program ini diikuti oleh 20 orang ibu muda yang berminat untuk menjadi pengrajin batik Mangrove . Pelatihan dilaksanakan selama 7 hari, mulai dari tanggal 1 hingga 7 April 2023. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengembangkan inovasi pembuatan canting cap batik berbahan dasar limbah kertas, meningkatkan minat dan semangat kelompok pengrajin batik Mangrove di Muara Gembong, serta memberikan nilai ekonomi pada limbah kertas dan limbah Mangrove .
Selama pelatihan, para peserta diajarkan tentang penggunaan limbah kertas sebagai bahan canting cap. Inovasi ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kertas yang sering kali menjadi masalah lingkungan menjadi bahan yang bernilai dalam pembuatan batik. Selain itu, peserta juga dilatih dalam penggunaan canting cap berbahan dasar limbah kertas, penggunaan canting elektrik, dan pembuatan batik dengan pewarna Mangrove .
Hari pertama pelatihan dimulai dengan pengenalan alat dan bahan untuk batik pewarna alam. Peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis pewarna alam yang digunakan dalam batik, termasuk pewarna Mangrove yang memiliki sifat alami dan ramah lingkungan. Pada hari kedua dan ketiga, peserta melakukan proses pencelupan kain ke dalam dua pewarna yang berbeda, yaitu warna coklat (Propagul Mangrove ), warna kuning (Jelawe), dan warna biru (Indigofera). Proses ini dilakukan sebanyak 5 kali dengan mengeringkan kain di tempat yang teduh dan berangin. Sambil menunggu kain kering, peserta melanjutkan pelatihan dengan perakitan meja cap batik dan penggunaan canting elektrik untuk mencanting kain yang sudah bermotif. Setelah kain dicelup dan dijemur sebanyak 5 kali, langkah selanjutnya adalah melakukan fiksasi agar warna pada kain tidak mudah luntur. Fiksasi awal dilakukan dengan menggunakan tawas dan kapur.

Pada hari keempat dan kelima, peserta melakukan penembokan dan praktik menggunakan cap batik berbahan dasar limbah kertas. Proses penembokan ini bertujuan untuk mengaplikasikan motif pada kain dengan menggunakan cap batik yang telah dibuat. Kelebihan cap batik berbahan dasar limbah kertas ialah harganya yang terjangkau, ramah lingkungan, dan kemudahan pembuatan menjadi nilai positif yang dapat dimanfaatkan oleh pengrajin batik. Dengan pemahaman yang baik tentang karakteristik dan batasan dari canting cap limbah kertas, pengrajin batik dapat mengoptimalkan penggunaannya dalam menciptakan motif-motif yang menarik dan unik.
Inovasi limbah kertas sebagai bahan canting cap batik merupakan langkah positif dalam mendukung keberlanjutan budaya batik Indonesia serta upaya pelestarian lingkungan. Pengrajin batik dapat terus melakukan eksplorasi dan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan dari canting cap limbah kertas ini. Dengan demikian, penggunaan limbah kertas dalam industri batik dapat menjadi salah satu contoh nyata tentang pentingnya kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menciptakan produk yang bernilai dan berkelanjutan. Pada hari keenam dan ketujuh, peserta melanjutkan penembokan pada kain yang kedua, melakukan fiksasi warna terakhir, dan melakukan pelorotan kain untuk menghilangkan sisa-sisa lilin batik.

Melalui program ini, YAPERSI dan PT Bridgestone Tire Indonesia berharap dapat memberikan pelatihan dan pengetahuan mengenai teknik membatik yang efisien dan benar kepada masyarakat Muara Gembong. Dengan meningkatkan minat dan semangat kelompok pengrajin batik Mangrove, diharapkan perekonomian masyarakat setempat juga dapat meningkat. Selain itu, dengan menggunakan limbah kertas dan limbah Mangrove sebagai bahan utama dalam pembuatan batik, program ini juga memberikan nilai tambah pada upaya pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.
Kolaborasi antara YAPERSI dan PT Bridgestone Tire Indonesia dalam pengembangan batik Mangrove di Muara Gembong menjadi langkah positif dalam membangun keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Diharapkan program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan produk yang bernilai dan ramah lingkungan.




