Tiga Hari Intensif: Mangrove Crab Labs Tingkatkan Keahlian Hatchery Kepiting di BBPBAP Jepara.

Bagikan ke teman Anda

Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perikanan budidaya terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Intensif 3 Hari yang diikuti oleh tim Mangrove Crab Labs di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan budidaya kepiting bakau berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang dengan pendekatan terpadu, menggabungkan teori di kelas dan praktik langsung di fasilitas hatchery. Model pembelajaran seperti ini umum diterapkan dalam program bimbingan teknis BBPBAP, dengan porsi praktik yang lebih dominan guna memastikan peserta memahami proses secara aplikatif.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif terkait teknik pembenihan kepiting bakau. Mulai dari pemilihan indukan berkualitas, proses pemijahan, penetasan larva, hingga manajemen pemeliharaan benih dilakukan secara sistematis dan berbasis standar operasional.

Pendampingan langsung oleh tenaga ahli memberikan nilai tambah tersendiri. Peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi tantangan di lapangan, seperti pengelolaan kualitas air, pemberian pakan alami, hingga pengendalian penyakit pada benih kepiting.

Kegiatan ini sejalan dengan peran BBPBAP Jepara sebagai unit teknis yang memiliki fungsi pengembangan teknologi, pengujian, serta bimbingan teknis di bidang budidaya perikanan air payau.

Salah satu keunggulan pelatihan ini adalah sesi praktik langsung di instalasi hatchery. Peserta terlibat dalam berbagai kegiatan teknis seperti:

  • Penanganan larva kepiting secara tepat
  • Pengelolaan sistem air dan kualitas lingkungan
  • Teknik pemberian pakan alami
  • Monitoring kesehatan benih

Pendekatan learning by doing ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta secara signifikan.

Melalui pelatihan ini, Mangrove Crab Labs memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan budidaya kepiting bakau yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah mengurangi ketergantungan terhadap benih dari alam, dengan mendorong produksi benih secara mandiri melalui teknologi hatchery.

Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara lembaga riset, pemerintah, dan masyarakat pesisir. Dengan sinergi yang kuat, budidaya kepiting bakau dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Pelatihan intensif ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kapasitas yang berkelanjutan. Dengan peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman ekosistem, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lapangan serta menularkannya kepada masyarakat luas.

Kedepannya pengembangan budidaya kepiting berbasis mangrove tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keseimbangan antara ekonomi dan konservasi lingkungan pesisir.