
Cilacap, Jawa Tengah – Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan perannya sebagai kawasan strategis dalam pengembangan ekonomi pesisir berbasis ekosistem. Melalui kolaborasi antara Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara dan Mangrove Crab Labs, digelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang mengangkat dua fokus utama: teknik pembenihan kepiting bakau dan penerapan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) untuk pendataan mangrove.
Kegiatan ini diikuti oleh kelompok masyarakat pesisir, pembudidaya, serta pemangku kepentingan lokal yang memiliki peran penting dalam pengelolaan tambak dan konservasi mangrove. Cilacap dipilih sebagai lokasi karena memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya kepiting berbasis ekosistem mangrove (silvofishery).
Meningkatkan Kapasitas Pembenihan Kepiting Bakau


Dalam sesi teknis, tim dari BBPBAP Jepara memberikan materi mendalam terkait teknik pembenihan kepiting bakau (Scylla sp.), mulai dari pemilihan induk unggul, manajemen pemijahan, hingga pemeliharaan larva. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan utama dalam budidaya kepiting, yaitu ketersediaan benih yang masih bergantung pada alam.
Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung terkait pengelolaan hatchery sederhana yang dapat diterapkan di tingkat kelompok masyarakat. Dengan adanya peningkatan kapasitas ini, diharapkan muncul unit-unit pembenihan mandiri yang berkelanjutan di wilayah pesisir Cilacap.
Selain aspek budidaya, kegiatan ini juga menekankan pentingnya sistem MRV (Monitoring, Reporting, and Verification) dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Peserta dilatih untuk:
- Melakukan pengukuran vegetasi mangrove (diameter, tinggi, kerapatan)
- Menggunakan alat bantu seperti GPS dan aplikasi digital pendataan
- Menyusun laporan monitoring secara sistematis
- Memastikan validitas data untuk kebutuhan program rehabilitasi dan karbon biru
Data yang dihasilkan dari sistem MRV ini menjadi sangat penting untuk mendukung program rehabilitasi mangrove, evaluasi pertumbuhan, hingga akses terhadap skema pendanaan berbasis karbon biru (blue carbon).
Kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara budidaya kepiting dan konservasi mangrove melalui konsep silvofishery. Dengan menjaga keseimbangan ekosistem, produktivitas tambak dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, Cilacap tidak hanya menjadi lokasi implementasi program, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembelajaran bagi daerah lain. Transfer pengetahuan, praktik lapangan, serta penguatan kapasitas masyarakat menjadi kunci dalam mendorong ekonomi pesisir yang berkelanjutan.






