Kepulauan Anambas – Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir kembali dilakukan melalui kolaborasi antara Yapersi dan Batik Bakau. Bertempat di Desa Genting Pulur, kegiatan ini berfokus pada pelatihan pembuatan batik mangrove ramah lingkungan bagi ibu-ibu pesisir sebagai langkah nyata menggali potensi ekonomi lokal berbasis sumber daya alam.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha berkelanjutan yang selaras dengan pelestarian lingkungan. Mangrove, yang selama ini dikenal sebagai pelindung alami pesisir, kini dimanfaatkan secara bijak sebagai bahan pewarna alami dalam proses pembuatan batik.

Pelatihan Berbasis Potensi Lokal
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada teknik dasar membatik hingga proses pewarnaan menggunakan ekstrak mangrove. Daun, kulit, dan bagian tertentu dari tanaman mangrove diolah menjadi pewarna alami yang menghasilkan warna khas dan unik, sekaligus ramah lingkungan.
Pendekatan ini menjadi solusi inovatif dalam mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam industri batik, sekaligus meningkatkan nilai tambah dari ekosistem mangrove tanpa merusaknya.
Pemberdayaan Perempuan Pesisir
Keterlibatan ibu-ibu pesisir menjadi fokus utama dalam program ini. Mereka tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Dengan keterampilan baru ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan usaha mandiri, meningkatkan pendapatan keluarga, serta berkontribusi dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Sinergi Ekonomi dan Lingkungan
Kolaborasi Yapersi dan Batik Bakau menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan. Pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan ekologi.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga mangrove sebagai benteng alami dari abrasi dan perubahan iklim.
Harapan ke Depan
Melalui program ini, Desa Genting Pulur diharapkan dapat berkembang menjadi sentra batik mangrove yang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Ke depan, kolaborasi serupa diharapkan dapat terus diperluas ke wilayah pesisir lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
Program ini menjadi bukti bahwa dari pesisir, lahir inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan alam untuk generasi mendatang.







