YAPERSI – Pesisir Semarang, wilayah yang kaya dengan keindahan alamnya, telah menjadi fokus perhatian YAPERSI (Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia) dalam menjaga kelestarian ekosistem Mangrove. Melalui kerja sama dengan SPSL Group, sebuah program penanaman Mangrove dilakukan dengan tujuan untuk memulihkan dan memperkuat ekosistem Mangrove yang telah mengalami kerusakan. Monitoring program ini dilakukan pada bulan Maret 2023 untuk mengumpulkan data yang berharga dalam mengukur keberhasilan program penanaman Mangrove ini.

Program penanaman Mangrove SPSL Group di Pesisir Semarang telah berhasil menanam sebanyak 25.100 pohon. Jumlah ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari SPSL Group dan YAPERSI dalam melindungi dan memulihkan ekosistem Mangrove di wilayah ini. Namun, untuk mengevaluasi keberhasilan sebenarnya dari program penanaman Mangrove ini, diperlukan data mengenai persentase kehidupan dari jenis Mangrove yang ditanam.
Berdasarkan hasil monitoring, ditemukan bahwa persentase kehidupan jenis Rhizophora sp mencapai 70%. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa jenis Mangrove ini mampu bertahan dan tumbuh dengan baik di lingkungan Pesisir Semarang. Rhizophora sp memiliki akar tambahan yang menjulang dari batangnya, membantu menguatkan posisi pohon dan melindungi pantai dari erosi. Kehadiran jenis Mangrove ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekologi dan meminimalkan dampak kerusakan yang disebabkan oleh abrasi pantai.

Sementara itu, persentase kehidupan jenis Bruguierra sp mencapai 95%. Hal ini menunjukkan adaptasi dan kelangsungan hidup yang tinggi bagi jenis Mangrove ini. Bruguierra sp dikenal dengan kemampuannya untuk tumbuh di daerah yang berdekatan dengan sumber air tawar. Keberadaan jenis Mangrove ini sangat penting dalam memperkaya biodiversitas ekosistem mangrove.

Monitoring Program Penanaman
Monitoring yang dilakukan oleh YAPERSI pada bulan Maret 2023 melibatkan beberapa aktivitas penting, yaitu penghitungan jumlah pohon, pengukuran tinggi pohon, penghitungan jumlah daun, dan pengukuran diameter batang. Penghitungan jumlah pohon memberikan gambaran tentang keberhasilan program penanaman Mangrove secara keseluruhan. Melalui monitoring ini, dapat diketahui apakah target penanaman tercapai atau bahkan melebihi ekspektasi.
Pengukuran tinggi pohon juga merupakan parameter penting dalam mengevaluasi pertumbuhan Mangrove. Tinggi pohon yang ideal menunjukkan kemampuan Mangrove dalam mengatasi tekanan lingkungan dan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Selain itu, penghitungan jumlah daun memberikan informasi tentang produktivitas dan kesehatan Mangrove. Jumlah daun yang cukup menunjukkan kemampuan Mangrove untuk melakukan fotosintesis dengan baik, menghasilkan oksigen, dan mengikat karbon dioksida. Sedangkan pengukuran diameter batang memberikan gambaran tentang perkembangan fisik Mangrove. Diameter yang lebih besar menunjukkan pohon yang lebih tua dan lebih kuat dalam menahan tekanan lingkungan.
Melalui monitoring yang teliti dan pengumpulan data yang akurat, YAPERSI dapat terus memantau perkembangan program penanaman Mangrove SPSL Group di Pesisir Semarang. Dengan mengevaluasi keberhasilan program ini, langkah-langkah dapat diambil untuk memperbaiki dan meningkatkan upaya restorasi dan perlindungan ekosistem Mangrove di masa yang akan datang.
Dalam kesimpulannya, program penanaman mangrove SPSL Group di Pesisir Semarang telah berhasil menanam 25.100 pohon. Persentase kehidupan jenis rhizophora sp mencapai 70% dan persentase kehidupan jenis bruguierra sp mencapai 95%, menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Melalui monitoring yang dilakukan, YAPERSI dapat terus meningkatkan upaya restorasi dan perlindungan mangrove di Pesisir Semarang untuk menjaga keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat.
Source : YAPERSI
Partner : SPSL Group (Pelindo Solusi Logistik)



