YAPERSI menggelar diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam implementasi silvofishery sebagai strategi pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini menjadi wadah bertukar gagasan, pengalaman, dan menyusun langkah kolaboratif guna mendorong pengelolaan kawasan pesisir yang mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan YAPERSI bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, akademisi, kelompok masyarakat pesisir, pelaku usaha perikanan, praktisi lingkungan, serta mitra yang memiliki komitmen terhadap konservasi mangrove dan pembangunan pesisir berkelanjutan.

Diskusi dilaksanakan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sebagai salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi besar dalam pengembangan silvofishery dan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya YAPERSI dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung implementasi program pengelolaan mangrove dan pengembangan silvofishery di Kabupaten Pemalang.
Diskusi ini diselenggarakan karena pengelolaan mangrove membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan. Melalui penerapan silvofishery, kawasan mangrove dapat tetap terjaga sekaligus mendukung produktivitas perikanan, meningkatkan ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam bentuk diskusi interaktif yang membahas strategi implementasi silvofishery, tantangan di lapangan, peluang pengembangan, serta penguatan peran masing-masing pemangku kepentingan. Forum ini juga menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong pengelolaan mangrove yang terintegrasi melalui pendekatan silvofishery. Dengan sinergi yang semakin kuat, YAPERSI berharap implementasi silvofishery di Kabupaten Pemalang dapat menjadi contoh praktik pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun kelestarian lingkungan.







